Pertemuan tak diduga, menemukan nyaman yang sama : berupaya menciptakan bahagia, menyembuhkan luka, berdamai dengan trauma, setia mendengar setiap cerita tapi kemudian mesti menerima dua ego begitu kerasnya hingga menjadi dua orang asing menempuh jalan berbeda.

Pada akhirnya tidak ada orang yang bisa bertanggung jawab atas kebahagiaan di hidup kita selain diri kita sendiri sebab hubungan terjauh bukanlah soal jarak, tapi soal ekspektasi.”

Mengambil alur mundur dari film NKCTHI ( Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini ), Story Of Kale bertutur cerita hubungan Kale – Dinda yang rumit nan toxic. Dikisahkan Kale hadir ditengah konflik Dinda – Argo yang mengklimaks, Kale jadi sosok pain-healer Dinda dan meyakinkan bahwa yang Ia pertahankan bukanlah cinta melainkan rasa takut pada Argo. Singkat cerita keduanya mengikat komitmen namun tak berujung bahagia layaknya romansa Disney.

Kale yang otoriter dan posesif membuat Dinda merasa terbatasi dan yakin bahwa Kale bukanlah ‘rumah’ yang selama ini Ia cari. Rumah dimana Ia bisa merasa terlindungi dan bebas menjadi dirinya sendiri. Dinda memilih jalannya sendiri dan mengakhiri hubungannya dengan Kale.

Dinda berpamit dengan pengakuan bahwa selama ini telah berselingkuh dan telah merencanakan pernikahan. Ini membuat Kale hancur, tak terima..

Expektasi yang selama ini Kale bangun hancur berkeping. Anggapan Kale, sosok segalanya bagi Dinda ternyata imaginasi. Kale berusaha meyakinkan Dinda bahwa jalan bahagia yang Ia cari hanya jika hidup bersamanya, bahkan Ia rela bertahan meski dengan jalan diselingkuhi. Namun Dinda bersikeras untuk tetap pergi dan meyakinkan Kale jika ada yang tersakiti itu bukan Cinta namanya tapi kebodohan.

image sumber : screen shot visinema pictures

Film ini mengajarkan kita tentang bagaimana mencintai secukupnya , membenci sekedarnya. Tentang bagaimana mencintai diri sendiri sebelum mencintai orang lain. Tentang bagaimana tidak memaksakan apapun, yang tak ingin bertahan biarkanlah untuk pergi.

Dan untuk tidak menggantungkan bahagia pada orang lain sekaliun orang terdekat. tentang mempersempit ruang harap pada siapapun karena bisa saja orang yang hari ini mencintaimu, esok hari adalah orang yang secara sadar dan sengaja mengecewakanmu…

ditulis di Ibu kota, dihari yang tak begitu berawan