Obrolan bareng Haris di warung kopi kekinian selepas kerja berakhir pada satu topik yang out-of-the-blue, like seriously kita ngobrolin kucing. Tapi….

Bukan perkara suka atau minimal berhasrat adopsi kucing, melainkan Dia selama beberapa minggu ini mencoba untuk jadi street feeder ( ngasih makan ) kucing-kucing random yang ditemui dijalan. Menarik buat digali lebih dalem motifnya..

Alasan jadi street feeder?


Berawal dari dititipi kucing tetangga yg pergi keluar kota selama beberapa hari jadi harus terbiasa kasih makan kucing dan ternyata asyik juga, pun dari situ muncul satu ilham bahwa tiap rezeki yang kita dapet, beberapa persennya adalah rezeki untuk yang lain, termasuk hewan.

Yang didapet dari street feeding?


Fulfillment . kebahagiaan atau kepuasan batin bisa berbagi rezeki dengan mahluk Tuhan lainnya. Sebagaimana act of kindness pada manusia

Tentang konsep berbagi


Konsep memberi yang diimani kebanyakan orang bisa saja terbatas pada sesama manusia. Ternyata pada hewan pun bisa bernilai sedekah. Orang kalau gak punya makan, bisa pinjam sana sini, kalau kucing mau pinjam ke siapa? Pun dalam konteks sosial , itu merupakan bentuk tanggung jawab pada lingkungan sekitar. Ndilalah. manusia ditugasi Tuhan jadi agents of change di muka bumi, kan?

Punch line dari sudut pandang Haris adalah act of kindness itu seharusnya universal, gak terbatas pada manusia saja, pada hewan contohnya karena berbuat baik pada mereka bisa saja menjadikan kita lebih “Manusia”.

image credit : antara news