Lini masa twitter Sabtu lalu dijejali tagar #giselviral #linknya hingga #kasiangempi buntut kesebarnya video seks 19 detik yg diduga melibatkan artis Gisel, emang sekilas mirip gisel banget!!.

sumber : twitter

Riuh dan semaraknya nya sosmed indonesia gegara kejadian ini menegaskan beberapa hal in my point of view. Jadi gini :

Orang Indonesia Doyan Pornografi
Alih alih acuh karena perkara seks adalah urusan “dapur” orang, netizen bersatu denga kejulidan menyerang si artis di kolom komentar instagramnya dengan jokes sealakadar “bagi linknya dong”, hilihhhh. Sampai sampai Mantan MENPORA Roy Suryo yang gandrung mengamati kasus vides seks artis angkat bicara.

sumber : screen shot instagram gisel

Nyari link, setelah dapet videonya menghujat dengan alasan moral
Kelakuan warganet emang terkesan hipokrit sih! Mereka menghujat si artis video dengan label ‘jalang’ atau ‘murahan’ , meanwhile at the sama time mereka nyari link video nya sampe dapet, bahkan demand video full. hmm well kita ngeliyat both side sama sama gak bermoral, bener gak?


Penganut feminisme bakal setuju bahwa : Cut tari , Gisel dihina sedangkan Ariel dibela
Ini nunjukin bahwa masyarakat secara gak sadar selalu menghaikimi si perempuan dan mengabaikan laki lakinya. Laki-laki dianggap keren karena bisa menaklukkkan perempuan dengan konteks dominasi maskulinitasnya sedangkan perempuan hanya dianggap sebagai objek seksualitas yang punya beban di tubuhnya sebagai penjaga moral. Muncul pertanyaan, gini banget ya sistem patriarkis ?

Penganut konspirasi dan cocoklogi percaya ihwal video seks sengaja disebar buat pengalihan isu
Ini yang paling menyimpang tapi sering ditemuin di kolom komentar sosmed, “PENGALIHAN ISU”. Orang orang ini punya perspektif lain menyikapi kejadian termasuk video seks artis. Kayak selalu ada something behind bars, gerakan iluminati, persekongkolan cebong dan kampret atau yang lebih extreme upaya menutup borok pemerintah yang masif dan terstruktur.

Dengan alasan apapun, nyebarin video seks orang itu dilarang. Menghujat dan menghakimi apalagi, mending kalau gak minta link. Dan buat kalian diluar sana, kalau ML gak usah direkam karena buat apa?