Satu masa, setelah berpuluh tahun mengarungi bahtera hidup dengan segala bahagia dan peliknya, Sang anak gembala sapi kini bertumbuh semakin dewasa. Semangat nya untuk mengubah penghidupan yang lebih baik memang selalu berapi api.

Namun kali ini, baginya dunia serasa berhenti berputar. Hidupnya bak berlayar tanpa tujuan.


Dia hanya tertegun sesekali berlari di lembah yang hamparan rumputnya tak lagi begitu hijau. Meratap langit sembari tangannya melambai ke udara. Disesalinya, kini layangan itu telah putus, terhempas angin senja.

Dia menangis meminta pertolongan, Namun ilalang pun tak mendengar. Dia hanya kembali tertegun sesekali mengehela napas. Merengek dan bertanya pada Tuhan semesta, seberat itu kah bahtera hidup yang harus ia jalani????